Sebelum Cahaya - Finally Done

Hari ini berhasil menyelesaikan seluruh naskah "Sebelum Cahaya" hampir 2 minggu lebih awal dari deadline yang diminta editor. What a relieve, karena itu berarti nggak perlu repot-repot lagi menjelang Lebaran ini, dan bisa bebas menikmati liburan nantinya. Btw, cepat juga proses penulisan novel yang satu ini. That's what happened when tons of ideas flooded your tiny brain. Semua kata mengalir begitu cepat ke ujung jemari yang mengetik di atas keyboard, as if I were being possessed by the whole story.
Proses menulis novel ini mempunyai kesan tersendiri. Bukan hanya karena kisahnya yang diawali dari lagunya si Letto itu, tapi juga karena pemilihan setting dan gaya tulisan yang beda dengan sebelumnya — tidak sekontemporer "Bellamore" yang chicklit itu, atau pun selurus "From Batavia with Love" yang rada semi literature itu… In between lah, tapi rasanya tetap manis.
I just love its setting – at the beach, somewhere along the West Java's southern coastal line. Selama menulis selalu membayangkan pantai berpasir putih yang dulu sering banget dilihat waktu tinggal di Bali. Sayang, waktu dan kondisi tak memungkinkan untuk diri ini bisa terbang ke sana dan menulis di tepi pantai seperti di film-film…
Cara cerita ini berpindah dari masa kini ke masa lalu, juga sangat mengasyikkan untuk di baca (haiyah!! Ini kok nulis sendiri, ya muji sendiri ya?! Biarlah, rada narsis dikit sekali-kali). Akan terasa perbedaan amosfir walau setting tetap sama. Dan salah satu bagian paling menyentuh adalah ketika harus membuat surat-surat dari tokoh Mariena yang dikirim ke tokoh Enggar... Huahh, rasanya pengen deh punya "toples kaca berisi pantai" – Nah, bingung kan maksudnya apa?! Tapi nanti kalau sudah baca, pasti akan mengerti.
Setiap orang pasti mempunyai "toples kaca berisi pantai" dalam bentuk lain yang bisa mengingatkannya akan orang yang dikasihinya. Bisa jadi berupa "kotak sepatu" berisi sebundel surat, selebar photo dan sehelai pita. Atau bisa juga hanya berupa sepucuk sapu tangan berinisial nama sang kekasih. Apa pun itu, "toples kaca berisi pantai" adalah bagian dari kenangan seseorang akan masa lalunya yang ingin terus diingatnya.
Anyway, all I have to do right now is wait (im)patiently 'till the editor call me back with the result.
------------------------------------------------
Back to : HOME
Posted at 10:05 pm by LALA